Pengaruh Kebutuhan Masyarakat dan Kebutuhan Subyek Didik terhadap Dinamika Kurikulum

Pengertian kurikulum
Kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” berarti Rencana Pelajaran. (S. Wojowasito-WJS. Poerwadarminta, 1980 : 36.).Secara istilah, kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Depag. RI. Dir. Jen. Kelembagaan Agama Islam, 2004 : 2).Dari pengertian tersebut kurikulum sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar mengajar disekolah, yang merupakan jembatan untuk tercapainya suatu tujuan Pendidikan Nasional.

Tujuan kurikulum setiap satuan
Pendidikan harus mengacu kearah pencapaian tujuan pendidikan nasional,sebagaimana telah di tetapkan dalam undang-undang no 2,tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional dalam skala yang lebih luas, kurikulum merupakn suatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami proses pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khisusnya, dan sumber daya manusia yang berkualitas umumnya.

Fungsi kurikulum bagi sekolah pada tingkat atas
Kurikulum pada tingkat sekolah yang lebih rendah akan sangat berkait, dengan upaya perancangan kurikulum pada tingkat pendidikan selanjutnya. Pengelola sekolah setingkat SLTA misalnya, akan selalu mengacu pada rumusan kurikulum pada tingkat SLTP dalam perancangannya. Dengan kata lain, kesinambungan dan keterkaitan antara tingkatan pendidikan tadi dari sisi korelasi keilmuwan harus sinergis dalam rumusan kurikulum.

Fungsi kurikulum bagi masyarakat
Masyarakat dapat mengacu pada kurikulum yang di tetapkan lembaga pendidikan, untuk kepentingan memberikan bantuan guna memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerjasama dengan pihak masyarakat. Masyarakat dapat memberikan kritik dan saran yang konstruktif dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan kerja.

Hubungan Kebutuhan masyarakat, kebutuhan subyek didik dengan dinamika kurikulum
Kebutuhan masyarakat semakin hari semakin meningkat, mulai dari kebutuhan sandang, pangan, papan maupun yang lainnya. Kebutuhan teknologi pun semakin canggih. Hal ini menuntut manusia agar selalu berpikir semakin canggih pula yaitu dengan belajar terus menerus. Salah satu pembelajarn yang efektif adalah di sekolah. Dengan kurikulum yang bagus, kerjasama antara peserta didik dan guru yang kompak dan ditunjang fasilitas yang memadai maka akan menghasilkan peserta didik dengan kualitas yang tinggi. Peserta didik yang berkualitas dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan subyek didik pun dapat terpenuhi dengan adanya kurikulum yang bagus. Peserta didik dapat mendapatkan pengajaran sesuai dengan perkembangan jaman. Oleh karena itu, kurikulum harus selalu diubah sesuai dengan perubahan jaman. Untuk mendapatkan kurikulum yamg cocok dengan perkembangan jaman maka pemerintah harusnya menyesuaikan dengan situasi peserta didik dengan terjun secara langsung di sekolah-sekolah. Masyarakat pun diminta untuk memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan kerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: