Kalor

Pernahkah kamu berpikir bagaimana sinar matahari sampai ke bumi kita? Matahari adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Bumi kita menjadi terang karena adanya radiasi matahari. Selain itu, matahari juga menghasilkan panas. Itu sebabnya, kita akan merasa panas ketika siang hari. Berikut ini akan membantu kita untuk belajar tentang panas atau kalor dan perpindahannya.

A. Pengertian Kalor
Apa yang akan terjadi jika kamu menempelkan tanganmu ke pakaian yang baru saja disetrika? Tanganmu akan terasa lebih hangat. Kehangatan ini disebabkan karena adanya kalor. Dalam kehidupan sehari-hari, kalor dikenal dengan istilah panas.
Energi panas yang mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah disebut kalor. Secara alami kalor selalu mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi (panas) ke benda yang bersuhu lebih rendah (dingin). Kamu tidak mungkin berharap dingin apabila kamu berdiri di dekat api kan?
Kalor diukur dalam satuan kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sebesar 1oC dari 1 gram air. Satuan kalor dalam SI adalah joule. Satu kalori sama dengan 4,184 joule, dan sering dibulatkan menjadi 4,2 joule.

A. Hubungan Kalor dengan Perubahan Suhu
Kalor mengubah suhu benda. Selain itu, sebenarnya kalor juga mengubah massa benda. Menurutmu, apa penyebabnya? Seperti pada pembahasan kita pada pemuaian, setiap zat akan bertambah panjang, luas atau volumenya. Inipun terjadi pada air dan munyak. Cobalah kamu timbang air atau minyak sebelum dimasak. Tentunya akan berubah setelah zat tersebut dipanaskan. Oleh sebab itu, dapat kita simpulkan bahwa nilai kalor dipengaruhi oleh massa benda, jenis, dan suhunya.

Kilas sains
Dewasa ini banyak terjadi pencemaran udara, misalnya gas karbondioksida. Apabila di atmosfer terlalu banyak gas tersebut akan menyebabkan Efek Rumah Kaca (ERK). Oleh gas CO2, panas matahari tidak akan diteruskan tetapi diikat dan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Akibatnya suhu di bumi semakin panas. Bandingkanlah perbedaan suhu zaman dulu dan sekarang! Tentu kalian akan merasakan jika suhu sekarang terasa lebih panas. Bayangkan jika suhu semakin meningkat, tentunya akan banyak terjadi kekeringan.

A. Hubungan Kalor dengan Perubahan Wujud
Seperti yang telah kamu pelajari pada kegiatan sebelumnya tentang perubahan wujud. Benda dapat berubah bentuknya. Cobalah kamu jelaskan kembali tentang perubahan es yang dipanasi!
Ketika dipanasi es akan mencair. Setelah itu ia akan mendidih dan menguap jika suhunya terus dinaikan. Selain itu, menurut kamu, apakah air dapat berubah menjadi es kembali? Ketika suhunya diturunkan di bawah nol maka air dapat kembali membeku. Perubahan wujud ini membuktikan bahwa zat akan berubah wujudnya ketika menyerap ataupun melepaskan kalor.
Kalor yang dibutuhkan oleh 1 kg zat untuk berubah dari padat menjadi cair pada titik leburnya disebut dengan kalor lebur. Sebaliknya, kalor yang dilepaskan oleh 1 kg zat untuk berubah dari cair menjadi padat pada titik bekunya disebut dengan kalor beku.
Adapun kalor yang dibutuhkan oleh 1 kg zat untuk berubah dari cair menjadi gas pada titik leburnya disebut dengan kalor uap. Sebaliknya, kalor yang dilepaskan oleh 1 kg zat untuk berubah dari gas atau uap menjadi cair pada titik bekunya disebut dengan kalor embun.

D. Perpindahan Kalor
Konduksi
Seperti pada sendok, apabila kamu memanaskan suatu logam pada salah satu ujungnya maka ujung yang lain akan tersa hangat. Mengapa demikian? Logam atau sendok telah menghantarkan panas sampai ke tangan kita. Perpindahan panas melalui penghantar disebut konduksi.

Konveksi
Mengapa ketika kamu memasak air, air akan mendidih dan udara di atas air terasa panas? hal ini disebabkan karena kalor berpindah secara konveksi. Ketika dipanaskan, partikel air di bagian bawah akan memuai dan menjadi lebih ringan massa jenisnya. Oleh sebab itu, ia mengalir ke bagian atas sehingga partikel di bagian atas menggantikan bagian bawah, dan demikian seterusnya sampai akhirnya panas tersebut ada di seluruh bagian air. Perpindahan kalor yang disertai perpindahan partikel-partikelnya disebut konveksi.

Radiasi
Telah disebutkan di awal kegiatan ini bahwa panas matahari sampai ke bumi dengan adanya peristiwa radiasi. Cobalah kamu perhatikan ruangan sekitarmu! Bagaimana suatu ruangan dapat mendapatkan cahaya sehingga terlihat terang? Pernahkah kamu berdiang di sekitar api unggun? Mengapa badanmu dapat terasa hangat? Apakah ada zat perantara?
Perpindahan kalor tanpa adanya perantara disebut radiasi. Radiasi juga sering dikenal dengan istilah pancaran.

Kilas sains

Perpindahan kalor kadang perlu dihalangi. Misalnya, ketika kita menginginkan air tetap hangat. Oleh sebab itu, orang membuat termos. Baik dinding maupun tutupnya dibuat dari bahan yang mencegah adanya perpindahan kalor secara konduktor, konveksi, dan radiasi.

Selengkapnya klik di sini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: