Perkembangan Remaja II

Perkembangan sosial remaja

remajalagi

Interaksi sosial terhadap orang lain sudah dimulai sejak masa bayi dengan cara sangat sederhana. Tahun pertama kehidupan interaksi sosial anak sangat terbatas, yang utama adalah terhadap ibu dan pengasuhnya. Interaksi tersebut dilakukan melalui pandangan mata, pendengaran dan bau badan. Kepedulian terhadap lingkungan hampir tidak ada. Sehingga bila kebutuhannya sudah terpenuhi anak tidak perduli lagi terhadap lingkungan dan akan segera tidur. Kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain mulai dirasakan pada usia 6 bulan, dan pada usia 2-6 tahun anak belajar melakukan hubungan sosial dan bergaul dengan berbagai orang diluar lingkungan rumah, terutama dengan teman sebaya. Mereka belajar menyesuaikan diri bekerjasama sambil bermain.

Pada masa kanak-kanak, anak telah memasuki sekolah sehingga hubungan dengan anak lain semkin bertambah.mereka lebih suka bekelompok dan bermain serta mempunyai keinginan untuk memiliki “gang”. Gang memberikan sifat posistif karena mengajarkan kepada anak bersikap demokratis, menyusuaikan keinginan dan perbuatannya pada tuntutan kelompok, melatih kerja sama, menghilangkan sifat mementingkan keinginan sendiri dan melatih berbagai ketrampilan.

Pada usia remaja pergaulan dan interaksi sosial dengan teman sebaya bertambah luas dan kompleks dibandingkan dengan masa sebelumnya termasuk pergaulan dengan lawan jenis. Remaja mencari bantuan emosional dalam kelompoknya. Pemuasan intelektual juga didapat remaja dalam kelompoknya dengan diskusi, berdebat memecahkan masalah. Penerimaan sosial dalam kelompok remaja sangat tergantung pada:

  1. kesan pertama
  2. penampilan yang menarik
  3. partisipasi sosial
  4. perasaan humor yang dimiliki
  5. ketrampilan berbicara
  6. kecerdasan

Ada beberapa sikap yang sering ditunjukkan oleh remaja dalam berkelompok yaitu: kompetisi, konformitas (ingin sama dengan anggota kelompok lain), menarik perhatian, menentang otoritas, menolak aturan dan campur tangan orang dewasa untuk urusan pribadinya

Tujuan perkembangan sosial remaja
Perkembangan sosial anak telah dimualai sejak bayi, kemudian pada masa kanak-kanak dan selanjutnya pada masa remaja. Hubungan sosial anak pertama-tama masih sangat terbatas pada orang tua khususnya dengan ibu dan berkembang semakin luas dengan keluarga yang lain, teman bermain daman sekolah sampai dengan anggota di lingkungan masyarakat baik dengan teman sejenis maupun lain jenis.
Sesuai dengan hubungan sosialnya beserta tugas perkembangannya ada beberapa tujuan perkembangan sosial remaja, yaitu:

1. Memperluas kontak sosial
Remaja tidak lagi memilih teman-teman berdasarkan kemudahannya, sekolah atau di lingkungan tetangga. Remaja mulai menginginkan teman yang memiliki nilai-nilai yang sama, yang dapat memahami, membuat rasa aman, mereka dapat mempercayakan masalah-masalah dan membahas hal-hal yang tidak dapat dibicarakan dengan orang tua.

2. Mengembangkan identitas diri
Remaja kadang egonya tinggi. Ego yaitu perkembangan diri ke arah individualitas yang mantap, yang merupakan aspek penting dalam perkembangan untuk berdiri sendiri menjawab sekaligus mewujudkan dalam kehidupannya dari hidup di bawah pengaruh orang tua sampai mandiri, mengambil keputusan sendiri, memang tidak mudah dan tidak sederhana. Oleh karena itu pengalaman hubungan sosial sejak dari kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat menjadi penting karena ikut membentuk identitas diri.

3. Menyesuaikan dengan kematangan seksual

4. Belajar menjadi orang dewasa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan sosial remaja
Dalam memilih kelompok remaja selalu ada nilai-nilai yang dipergunakan sebagai dasar penerimaan dalam kelompok. Nilai-nilai itu didasarkan pada sekumpulan sifat dan perilaku yang disenangi remaja dan dapat menambah gensiklik atau kelompok yang diidentifikasikan yang disebut sindroma penerimaan (Hurlock, 1991).
Menurut Hurlock (1991) faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan sosial remaja adalah:
1. kesan pertama yang menyenangkan sebagai akibat dari penampilan yang menarik perhatian, sikap yang tenang dan gembira.
2. memiliki reputasi sebagai orang yang sportif, menyenangkan.
3. penampilan diri yang sesuai dengan penampilan teman-teman sebaya.
4. perilaku sosial yang ditandai oleh kerjawama, tanggungjawab, panjang akal, kesenagan bersama orang lain, bijaksana serta berlaku sopan.
5. matang, terutama dalam hal pengendalian emosi serta kemauan untuk mengikuti peraturan kelompok.
6. memiliki sifat kepribadian yang menimbulkan penyesuaian sosial yang baik seperti sifat jujur, setia, tidak mementingkan diri sendiri dan terbuka.
7. status sosial ekonomi yang sama atau sedikit di atas anggota-anggota lainnya dalam kelompoknya dan hubungan yang baik dengan anggota-anggota keluarga.
8. tempat tinggal yang dekat dengan kelompok sehingga mempermudah hubungan dan partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok.

Satu Tanggapan

  1. jadilah remaja yang kreatif inovatif dan if if yg lain he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: