Perkembangan Remaja I

Perkembangan Emosi Remaja
remajaMasa remaja akan terjadi ketegangan emosi yang bersifat khas yaitu masa yang menggambarkan emosi remaja yang tidak menentu, tidak stabil, dan meledak-ledak.

Terjadinya peningkatan kepekaan emosi remaja ini disebabkan oleh beberapa faktor:

  1. perubahan sistem endokrim menyebabkan perubahan fisik
  1. faktor nutrisi: ketegangan emosi
  2. anemia: apatis, disertai kecemasan dan lekas marah
  3. kurang kalsium: lekas marah emosi tidak stabil
  4. adanya cacat tubuh
  5. hubungan yang tidak harmonis dalam keluarga
  6. kurangnya model dalam berperilaku
  7. faktor sosial, tuntutan masyarakat yang lebih tinggi
  8. tidak dapat mencapai cita-cita, frustasi
  9. penyesuaian terhadap jenis kelamin lain
  10. masalah sekolah: penyesuaian diri, emosi, sosial, pertentangan dengan aturan sekolah
  11. masalah pekerjaan: tidak menentunya keadaan sosial
  12. hambatan kemauan: peraturan di rumah, norma sosial, hambatan keuangan.

Reaksi remaja terhadap frustasi:

  1. agresi, ditujukan melalui serangan fisik, atau menyakiti diri sendiri.
  2. Pengalihan emosi marah, emosi dialihkan ke objek lain: kepada adik, ortu, atau guru.
  3. Withdrawl: menarik diri dalam lamunan fantasi.
  4. Regresi: kembali ke situasi masa perkembangan sebelumnya yang memberi kepuasan.
  5. Kompensasi, mencari objek pemuasan dibidang lain sebagai pengganti kegagalan dibidang tertentu.
  6. Frustasi pendorong: tingkah laku konstruktif (usaha lebih giay), meninjau kembali cita-cita (menurunkan aspirasi)

Perkembangan emosi cinta
Seiring dengan kematangan kelenjar kelamin dalam perkembangan psikoseksual, maka dalam diri remaja mulai timbul perhatian terhadap lawan jenis, atau jatuh cinta.

Tahap-tahap perkembangan emosi cinta remaja:

  1. Crush, akhir masa kanak-kanak/awal remaja, mulai memuja orang lain yang lebih tua dari jenis seks yang sama, cinta bersifat pemujaan.
  2. Hero worshipping, sama dengan crush cinta bersifat pemujaan ditujukan kepada orang lain yang lebih tua, tetapi dari jenis kelamin yang berbeda dan umumnya jarak jauh.
  3. Boy crazy dan girl crazy, rasa jatuh cinta ditujukan kepada teman sebaya, tidak hanya satu orang tetapi pada semua remaja dan lawan jenisnya.
  4. Puppy love (cinta monyet), cinta tertuju pada satu orang saja tetapi masih berpindah-pindah.
  5. Romantik love, remaja menemukan cinta yang tepat sifat lebih stabil, sering berakhir dengan perkawinan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: