Sistem Pencernaan Pada Manusia

stomach

Manusia merupakan makhluk hidup yang memerlukan energi untuk membentuk tubuh, menghasilkan gerak dan usaha lainnya. Manusia dapat beraktifitas berkat adanya energi yang dihasilkan dari makanan. Dalam proses pemenuhan energi diperlukan makanan yang dapat diproses menjadi energi melalui proses pencernaan. Proses yang mengubah makanan menjadi energi tersebut melalui beberapa tahap pada tiap-tiap organ pencernaan.

Sistem pencernaan makanan berfungsi untuk menyiapkan makanan bagi proses penyerapan sari makanan dan untuk dipergunakan oleh berjuta sel tubuh. Sebagian besar makanan yang kita makan masih ada dalam keadaan yang tidak dapat mencapai sel-sel tubuh kita (karena tidak dapat menerobos dinding mukosa usus menuju aliran darah kita ) atau juga tidak dapat digunakan oleh sel-sel kita meskipun kita dapat mencapainya. Oleh karena itu, makanan harus diubah baik secara kimia maupun fisika. Proses demikian itu yang melibatkan proses kimia dan fisika, sehingga makanan dapat di serap dan di pergunakan oleh sel-sel tubuh yang dikenal sebagai pencernaan makanan.

Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestin, adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah proses penyerapan sari – sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa – sisa makanan melalui anus.

Organ utama sistem pencernaan makanan membentuk sebuah saluran yang melewati rongga ventral tubuh. Saluran ini terbuka kedua ujung atas dan bawahnya. Saluran tersebut disebut canalis alimentary, tractus alimentary, gastrointestinal, atau tractus G.I. Organ yang membentuk canalis alimentary yaitu:

1. Mulut (Cavum Buccalis)

Rongga mulut diperkuat dengan rahang dan dibentuk oleh pipi dan gigi serta gusi sebagai dindingnya, lidah dan otot sebagai dasarnya; langit-langit keras dan lunak sebagai atapnya. Seluruh mulut sebagaimana saluran pencernaan yang lain dilapisi membran mukosa. Membran ini berisi beberapa kelenjar kecil yaitu glandula buccalis yang mengsekresi sejumlah kecil saliva.

Rongga mulut dimulai dari mulut dan berakhir pada faring. Letak mulut pada posisi terminal dan ventral, sedangkan batas rongga mulut berupa epitel berlapis gepeng tanpa tanduk. Sel-sel superfisialnya berinti dan mempunyai granula-granula keratin di bagian dalamnya. Dalam rongga mulut terdapat kelenjar-kelenjar mucus, berfungsi untuk menghasilkan mucus sebagai pembasah dan pelicin makanan. Atap mulut terdiri dari palatum keras dan lunak, diliputi oleh epitel berlapis gepeng. Palatum keras adalah membran mukosa yang melekat pada jaringan tulang, sedangkan palatum lunak mempunyai pusat otot rangka dan banyak kelenjar mukosa pada lapisan submukosanya. Fungsi mulut adalah sebagai penerima makanan.

Organ-organ didalam rongga mulut antara lain:

a. Lidah

Lidah merupakan massa jaringan pengikat dan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot. Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus.

Fungsi lidah:

– untuk mengaduk makanan yang dikunyah

– menelan makanan

– mengontrol suara dan dalam mengucapkan kata-kata

Permukaan atas lidah mengandung banyak tonjolan-tonjolan epitel mulut dan lamina propia (yang disebut papilla). Terdapat empat jenis papilla:

Ø Filiformis, berstruktur seperti benang yang tersebar di atas permukaan anterior duapertiga bagian lidah,

Ø Fungiformis, berada di tepi lidah menyerupai jamur karena menpunyai tangkai sempit dan permukaan yang halus, bagian atas melebar,

Ø Foliatel, berada di pangkal lidah bagian lateral, terdapat beberapa tonjolan-tonjolan padat,

Ø Circumfalate, tersebar di daerah “V” bagian posterior lidah, banyak kelenjar mukosa.

Pada garis tengah permukaan bawah lidah terdapat lipatan membran mukosa yang membantu memegang lidah pada alas mulut disebut Frenum atau frenulun. Bila frenum terlampau pendek sehingga menghambat kebebasan lidah untuk bergerak, orang bersangkutan dikatakan sebagai tongue-tied dan percakapannya cela.

b. Kelenjar Ludah

Kelenjar ludah terbentuk dari jaringan epitel dan menghasilkan secret.

Ada 3 pasang kelenjar ludah menurut tempatnya:

Ø Glandula parotid (kelenjar bawah telinga), mengalirkan produksinya pada sisi dalam pipi, gigi geraham kedua, yang dikenal sebagai ductus Stensen. Kelenjar ini mensekresi amilase.

Ø Glandula submandibularis, terletak di bagian posterior alas mulut, dan bermuara ke alas mulut pada sisi frenum, dikenal sebagai ductus Wharton. Kelenjar ini berisi sel-sel serupa dengan kelenjar parotid dan beberapa sel mukosa. Oleh karena itu, kelenjar ini mensekresi cairan yang mengandung lendir tetapi masih sedikit mengandung enzim.

Ø Glandula subligualis (kelenjar bawah lidah), terletak di bagian anterior alas mulut dan bermuara pada saluran yang menuju alas mulut. Kelenjar sublingualis sebagian besar berisi sel mukosa, sehingga ia mensekresi cairan yang lebih kental yang hanya sedikit sekali mengandung enzim.

c. Gigi

Gigi tersusun dalam 2 lengkung, terletak pada maxilla dan mandibula. Jumlah gigi pada manusia dewasa adalah 32 buah. Masing-masing gigi terdiri atas bagian yang menonjol di atas ginggiva (atau gum) yaitu mahkota dan di bawah ginggiva yaitu akar (mempertahankan gigi dalam lekuk tulang atau alveolus). Tempat peralihan mahkota ke akar sampai leher. Tiap gigi mempunyai rongga sentral, rongga pulpa. Gigi terdiri dari bagian nonmineral: pulpa, dan 3 bagian bermineral: email, dentin, sementum.

Ø Dentin

Dentin merupakan jaringan kalsifikasi yang mirip tulang, tetapi lebih keras karena mengandung banyak garam-garam kalsium. Dentin peka terhadap banyak rangsngan seperti panas, dingin, asam, trauma dan memberi respon terhadap semua rangsang sakit.

Ø Email

Email merupakan struktur paling keras dari tubuh dan banyak mengandung kalsium. Berasal dari epitel ectoderm, sedangkan struktur lain gigi berasal dari mesoderm. Matriks email disekresi oleh sel-sel (ameloblas). Email terdiri atas struktur batang yang berbentuk prisma atau toraks heksagonal, prisma email yang berikatan satu sama lain dengan zat interprismatis.

Ø Pulpa

Pulpa gigi terdiri dari serabut-serabut kolagen halus yang tersusun asimetris dan substansia dasar yang mengandung glikosaminoglikans. Pulpa merupakan jaringan yang sangat banyak mengandung persyarafan dan pembuluh darah.

Morfologi gigi manusia sebagai berikut:

1. Gigi seri (insisivus) untuk menggigit atau memotong makanan.

2. Gigi taring (kaninus) untuk merobek atau mencabik makanan.

3. Gigi geraham depan (premolar) adalah gigi yang punya dua akar yang berguna / berfungsi untuk menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya.

4. Gigi geraham belakang (molar) adalah gigi yang memiliki tiga akar yang memiliki fungsi untuk melumat dan mengunyah makanan atau benda-benda lainnya.

Pada manusia tiap gigi terdiri dari 3 bagian, yaitu:

Ø Mahkota (korona) dilapisi email, merupakan bagian yang tampak di atas gusi.

Ø Leher (serviks/kolum), merupakan bagian yang berada di dalam gusi.

Ø Akar (radiks), merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi. Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. Terdiri atas: lapisan semen (merupakan pelindung akar gigi dalam gusi dan gusi (merupakan tempat tumbuh gigi).

Di dalam mulut terjadi proses pencernaan secara mekanik dengan bantuan gigi dan secara kimia dengan bantuan salivari amilase. Secara mekanik, makanan dihancurkan menjadi partikel-partikel yang ukurannya lebih kecil. Partikel tersebut akan dipecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil oleh enzim yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di bagian bawah telinga, bagian bawah lidah dan di dekat geraham. Sedangkan secara kimia dilakukan dengan air ludah (saliva) melalui enzim salivari amilase. Semula enzim salivari amilase dikenal sebagai enzim ptialin. Pada tahap ini dimulailah pembongkaran tepung. Karbohidrat adalah monosakarida dan disakarida atau tepung polisakarida. Fungsi salivari amilase adalah memecahkan ikatan kimia antara beberapa monosakarida dalam tepung untuk mengurangi rantai panjang polisakarida menjadi disakarida maltosa. Biasanya makanan ditelan terlalu cepat, namun enzim salivari amilase yang sudah tercampur dengan makanan melanjutkan kegiatannya terhadap tepung di dalam lambung sebelum asam lambung menonaktifkannya.

Gerakan penelanan akan diikuti oleh gerakan otot-otot lain yang bergerak refleks di dalam rongga tekak sebagai berikut:

Lidah terangkat menekan gumpalan makanan ke langit-langit, kemudian gerakan menggelombang dari lidah akan mendorong makanan ke tekak. Sementara itu, pembuluh pernafasan tertutup oleh gerakan refleks. Dengan demikian tercegahlah gumpalan makanan salah jalan. Langit-langit lunak terangkat menutup rongga hidung. Lidah tetap menekan langit-langit menutup rongga mulut dan epiglotis terangkat menuutup glotis (lubang ke arah trakea). Pada saat itu seluruh kerongkongan melebar.

Satu Tanggapan

  1. think

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: